Program Hamil bagi Penderita Vaginismus


pintuseleb - Vaginismus merupakan penyakit yang membuat otot di sekitar vagina mengejang saat melakukan hubungan intim. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit bahkan gagalnya penetrasi. Gejala yang membuat sulitnya penetrasi ini membuat banyak yang menganggap bahwa orang dengan vaginismus memiliki masalah infertilitas. Adakah program hamil yang tepat untuk pasien vaginismus?
 

Apakah vaginismus termasuk dalam masalah infertilitas?

Infertilitas didefinisikan sebagai kondisi ketika pasangan tidak kunjung mengalami kehamilan walau telah rutin melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi. Anda membutuhkan waktu minimal satu tahun untuk mencurigai adanya kemungkinan infertilitas.

Dengan kata lain, bila selama waktu tersebut Anda tak kunjung mendapatkan momongan, sebaiknya segera memeriksakan diri apakah ada kondisi infertilitas atau tidak. Banyak faktor yang bisa menyebabkan gangguan kesuburan baik dari pihak perempuan maupun laki-laki, baik karena kondisi sel telur maupun masalah pada gerak dan bentuk sperma.

Melihat definisi tersebut, vaginismus tidak termasuk dalam kategori infertilitas. Sebab, masalah yang dihadapi penderita vaginismus adalah penetrasi yang sulit terjadi karena otot vagina yang menutup dan menyebabkan rasa nyeri, bukan masalah pada sel telur.

Dalam webinar “Apakah Aku Susah Hamil?” yang diselenggarakan untuk memperingati Vaginismus Awareness Day, dr. Darrell Fernando, SpoG mengatakan banyak kesalahpahaman di kalangan pasien. Mereka kebanyakan mengeluhkan adanya gangguan kesuburan, padahal yang dialami adalah vaginismus.

Hal ini bisa terjadi sebab masih ada persepsi negatif tentang masalah seksual. Belum lagi, beberapa pasien mungkin merasa tidak nyaman bila harus mendiskusikan masalahnya dengan praktisi medis dari lawan jenis.

“Pasangan dengan vaginismus juga berisiko tidak lanjut kontrol karena merasa malu atau (ragu) tidak akan dimengerti oleh petugas medisnya,” ujar dr. Darrell dalam webinar bersama Komunitas Pejuang Vaginismus, pada Selasa (14/9/2021).
 

Merencanakan program hamil untuk pasien vaginismus


penyebab gagal hamil


Walau mungkin program hamil bagi pasien vaginismus tidak mudah, bukan berarti pasien tidak bisa memiliki keturunan.

Salah satu cara yang bisa dicoba oleh pasien vaginismus untuk mendapatkan kehamilan adalah dengan splash pregnancy. Splash pregnancy dapat terjadi dengan cara mengeluarkan sperma atau ejakulasi di dekat vagina, sehingga tidak memerlukan adanya penetrasi. 

Splash pregnancy atau pembuahan di luar vagina bisa terjadi karena, jika tak ada masalah, maka sperma bisa masuk dan bergerak menuju sel telur di ovarium. Menurut dr. Darrel, kemungkinan keberhasilan splash pregnancy ini mencapai 65% jika sperma dan sel telur masing-masing dalam keadaan sehat.

Program hamil lain yang juga dapat dijalani oleh pasien vaginismus adalah inseminasi dan bayi tabung. Inseminasi buatan melibatkan penyuntikkan sperma ke dalam rahim melalui vagina dan leher rahim dengan menggunakan kateter.

Sedangkan, bayi tabung melibatkan pertemuan antara sperma dan sel telur di luar tubuh. Bibit sperma yang paling bagus akan ditempatkan pada sel telur untuk melakukan pembuahan di dalam wadah khusus.

Wadah ini akan diinkubasi di laboratorium. Ketika pembuahan telah terjadi, embrio kemudian dipindahkan atau ditanamkan kembali di dalam rahim calon ibu.

Mengenai program hamil yang terbaik untuk pasien vaginismus, dr. Darrell mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada metode yang 100% tepat. Metode yang dipilih akan disesuaikan dengan beberapa faktor seperti usia istri dan suami, derajat keparahan vaginismus, masalah kandungan, dan masalah sperma.

Namun pada umumnya, pasien dengan vaginismus derajat 1 dan 2 dapat mencoba program hamil normal dengan cara menjalani dilatasi mandiri terlebih dulu, baru kemudian pasien vaginismus mencoba rutin berhubungan seks, atau menjalani inseminasi. Sedangkan pasien vaginismus derajat 3, 4, dan 5 lebih disarankan untuk menjalani inseminasi dan bayi tabung.

0 Response to "Program Hamil bagi Penderita Vaginismus"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel